Majulah entrepreneur muda Indonesia : Peluang Usaha 2012

Avatar

Netpreneur, Internet Marketing, Online Shop, Social Media, network Store

Jadi karyawan atau pengusaha setengah freelance

Akhir akhir ini banyak mahasiswa atau calon sarjana bahkan sarjana yg baru tamat meminta dicarikan kerja alias mencari kerja. Sebagain dari mereka aku perhatikan memiliki skill yg baik di bidang IT seperti di programing, networking.

Tulisan ini mungkin saya tujukan buat memberi semangat kepada adik adik mahasiswa atau yg mau  jadi sarjana atau sudah sarja tapi lom  kerja atau siapa saja yang ingin membaca tulisan ini hehehe.

Pola pikir kita dari kecil di wacanakan supaya kita kerja di perusahaan besar ternama dan berwibawa hehehe. Jadi kita sekolah supaya bisa kerja tapi kenyataannya lapangan kerja itu terbatas jika kita ingin kerja dibidang tertentu dan diperusahaan tertentu.

Saya punya teman yang semasa kuliah memiliki IPK di atas 3 dan banyak membantu teman2 untuk menamatkan kuliahnya. saat dia tamat yang dicita citakannya adalah bekerja di perusahaan terkemuka dengan gaji yang lumayan besar menurut saya untuk kelas sarjana baru tamat.

Sudah sangat banyak lamaran kerja di layangkan ke berbagai perusahaan, tapi mentok di tempat kerja  yang gak mau jauh dan gaji yang mau besar. Paradikma dalam pikiran dia harus kerja di perusahaan ternama supaya orang orang bisa memandang dia sebagai orang yg sukses dalam karir nya.

Saya sendiri udah menasehati bahwa hal spt itu sangatlah susah karena alasan seorang sarjana baru tamat mana bisa minta gaji besar walau IPK 5 dari skala 4 pun tetep aja suash jaman sekarang. Malah saya menyarankan agak menekunin dunia usaha yg udah di rintisnya karena tinggal menjalanin saja walau modal sebenarnya tidak ada hehehe.

Sekarang teman saya tersebut sudah memiliki usaha dan memiliki banyak aset di dalam usahanya, kalau dari sisi penghasilan sepertinya dia sudah besar sekali gaji nya karena kalau jadi karyawan untuk mendapatkan gaji di atas 3 juta per bulan itu susah, sedangkan dia saat ini mungkin uang seperti itu cuma perlu 1 – 2 hari saja dan tidak perlu harus masuk jam 8 dan pulang jam 16 sore. cukup kerja 1 atau 2 jam saja dan 2 – 3 hari dalam 1 minggu.

Ada lagi teman saya yang secara pendidikan boleh dibilang mungkin kurang, tapi memiliki sklill tenaga kerja kasar, tapi karena dibidang yang lumayan di cari pendapatannya sebulan minimal 10 – 15juta. Padahal sebelumnya dia kerja di sebuah ISP kerja dari pagi sampe sore bahkan sampe malam tiap hari dapet gaji tiap bulan 700ribu di tambah ini dan itu plus seseran bisalah masuk 1,5 – 2 juta.  badan capek uang gak masuk2. setelah dia lepas kerja di isp dia gak ngelamar kemana2 cukup jadi freelance, berbekal kenalan dan pengalalman di ISP banyak orang membutuhkan jasanya via freelance, walau secara prinsip pendappatan dari kerjaannya cuma separuh dari yg seharusnya tapi lumayan besar kalau dia kerja sendiri ketimbang kerja dengan ISP. misal salah satu contoh jasanya, Instalasi sebuah perangkat radio point to point di tingkat vendor/isp biasa mematok ke client kisaran 2 – 3 juta per link. biasa dia ngerjakan kaya gini di ISP cuma kaarena gaji bulanan maka uang segitu bukan masuk kantong tapi masuk kantor. Sekarang dengan fee yang sama dari client cuma harus berbagi ke vendor jadi dari angka 2 – 3 juta tadi dia cuma dapet 1 – 1,5 juta saja tapi itu untuk sekali pasang bukan 1 bulan. nah si vendor tadi tiap bulan bisa banyak sekali instalasi jadi bisa di hitung sendiri pemasukannya. Jadi enak mana kerja di ISP pake seragam dengan jam  kantor yg lumayan padat atau jari freelance  yg kerja cuma beberapa jam dan gak perlu tiap hari ?

Ada lagi teman saya seorang programer, bermodal keahlian coding program yg menurut saya dan dia sendiri sederhana, tanpa perlu kerja di perusahaan dia bisa mengantongi uang di atas 10 juta per bulan dengan jam kerja yang bebas.

Kalau saya sendiri mungkin belum seperti mereka hehehe, saya masih campuran jadi freelance sama jadi pengusaha kecil kecilan yang tiap bulannya harus nombok usaha kecil2an tadi hehee  cuma istilahnya cukup buat makan, cukup buat minum, cukup buat ngemall, cukup buat bayar kreditan. yang jelas secara kasar tiap bulan bisa membayar kreditan 5 jutaan dan dengan pengeluaran seperti itu saya masih leluasa untuk jalan jalan ke mall, beli makanan yang saya sukai dan  tidak perlu menghemat belanja didapur, alhamdulillah semua itu saya lakukan cuma via freelance dirumah. Mungkin yang seperti saya banyak sekali di indonesia bahkan mungkin banyak di atas saya mengenai pemasukan tiap bulannya.

Yang jelas sampai saat ini saya tidak berminat jadi karyawan betulan, tapi kalau sekedar cari informasi cari suasana mau saja selama tidak lama lama hehe.

Kalau jadi karyawan kalau orang sekelas saya mungkin gak cukup buat makan saya sendirilah maklum saya ini bukan orang pinter bener jadi tidak cocok kerja di kantoran apalagi kerja di Bank yang banyak di idam idamkan teman saya waktu kuliah dulu. Itulah jalan pikiran, kalau teman2 dan dosen2 saya sangat bangga punya teman atau alumni yang kerja di bank ketimbang jadi pengusaha gak jelas hehehe.

ya itulah bedanya, kalau kita kerja di pemerintahaan maka kita akan punya jabatan, punya baju dinas, punya kendaraan plat merah sehingga kita akan di pandang sebagai orang pinter dan orang sukses. begitu juga kalo kerja di perusahaan swasta, punya rumah dinas, mobil kantor dan pake baju dinas serta ada bed nama kalo masuk kerja.berbaju rapi parfum wangi dll

kalau tetangga liat pasti wah banget deh.

Jalan pikiran kita tentu beda beda, ada orang yang harus kerja kantoran karena kalau gak kerja kantoran bisa bikin stress ada juga orang sebaliknya. Saya ada kenalan yang udah  kerja beberapa tahun di pemda sekarang mau jual SK pns nya karena bosen kerja di pemda harus bangun pagi hehehe

Jadi kalau kita punya skill dan punya tekat untuk bisa kerja mandiri kenapa harus susah susah cari kerjaan, coba ciptakan kerjaan dari sekarang entah apa bentuknya kalau usahanya maju bisa menciptakan lapangan kerja tentunya.

Jadi kalau jadi karyawan maka kita akan mendapatkan pengakuan masyarakat bahwa kita itu punya pekerjaan. Penilaian itu kadang ditentukan berdasarkan tempat kita kerja, misal kalo kita kerja di pertamina entah jadi apa kita disana tapi orang pandah pasti wah gak tahu padahal kita itu kerja disana cuma sub dari perusahaan penyalur tenaga kerja saja atau semcam itu dan kerjanya juga gak bagus2 amat tapi karena tempat kita kerja itu perusahaan yang sangat dicari pasti jadi kepercayaan orang bahwa kita itu orang yang sukses.

bandingkan dengan orang yang kerjaannya freelance, gak ada waktu kerja, gak ada tempat kerja dll, pasti orang bilang sampah masyarakat, kalau di kampung2 orang seperti ini bisa saja jadi sasaran kalau ada kasus kriminal.

Itulah pola masyarakat kita yang belum banyak terbuka dengan perkembangan jaman, tapi kita harus maklumi itu karena dari kecil kita sudah di tanamkan benak seperti itu.

Jadi tiggal kita mau pilih jadi karyawan atau jadi pengusaha setengah freelance atau freelance sekalian. yang jelas kalau kita punya sklill, tekun dan jujur rejeki itu pasti ada.  Dan menurut saya bahkan lebih bebas hidup jadi freelance atau kalau dimanage dengan baik dan tercatat dengan baik bisa jadi pengusaha walau tanpa modal. Jadi untuk buka usaha itu tidak selalu harus ada modal uang, modal dengkul pun bisa selama kita bisa memanfaatkan dengkul kita, tapi kalau cuma ada modal dengkul mau usaha  kepala itu agak susah jaman sekarang. kalau modal dengkul ya usahanya harus di daerah dengkul.

Kata orang tua di mesjid kalau abis sholat itu sering ngomong2 kalau mau kaya jadilah pengusaha, kalau mau mengabdi jadilah PNS dan dan kalau mau jadi orang terpandang jadilah Anggota DPR hehehe walau gak perlu masuk rapat yang penting tetangga tahu kalau kita anggota DPR.

Untuk adik adik mahasiswa yg punya sklil saran saya sih kembangkan skill yang ada sekarang dan nanti pasti menemukan celah untuk mendapatkan uang dengan mudah dan gampang dan halal tanpa menipu dan tanpa kerja jadi karyawan. kecuali memang minat jadi karyawan.

Buat yang ahli marketing kenapa gak memulai jadi marketing sejari, sekarang banyak pekerjaan marketing, misal jadi broker properti, broker asuransi dan macem2 dan menurut saya bisa dilakukan secara freelance. kalau dapet fee nya akan lebih besar daripada kita kerja di perusahaan broker. tinggal cari celahnya dan perbanyak pergaulan untuk mengembangkan jaringan.

yang ahli di programer, kenapa gak buat software tool yang ringan saja, buat template, atau skin cms, atau theme cms, jual di internet dengan harga murah atau buah cms dengan harga murah pasti laku cepat selama kita punya nilai jual tersendiri.

Banyak pekerjaan lainnya yg bisa digali, yang jelas jangan mengharapkan hasil yang besar dulu tapi jalanin aja apa yg ada didepan mata, nanti seiring perkembangan waktu bisa nemu sendiri celah yang baik nya.

kalau memang susah untuk menjual bisa di kolaborasikan secara freelance antara beberapa sklil tadi biar jadi bisnis yg saling menguntungkan. Istilahnya ada produksi, ada pemakai, ada marketing, ada administrasinya.

Semoga bermanfaat.

Other articles you might like;

Incoming search terms:

Simak juga ulasan berikut :

One Comment, Comment or Ping

  1. evan

    Thanks banget gan atas ifonya.. .
    setuju bangetz tuh.. mainset orang Indo tuh kaya gitu. . orang 2 lbih memandang orang yang pnya kerjaan tetap atau di perusahaan katanya.
    padahal hasilnya tidak terlalu bagus.( sorry nhe yang karyawan ) karena sejatinya karyawan tuh bikin kaya orang yang diatasnya. kalau lw bisa bikin orang kaya. kenapa ga bkin kaya diri lw sendiri.

Reply to “Jadi karyawan atau pengusaha setengah freelance”

Deskapahendri dot com | Make smart thinks smart people

adsense Akses point alexa alexa rank BBM bgp bisnis blog blogger cisco Firewall google Gratis Hotspot internet ISP jaringan jasa jasa setting Linux loadbalance Management mikrotik modem mpls networking page rank proxy radio rank router router os RTRW net Seo server speedtest Speedy squid tips training usaha VPN Warnet wifi WirelessPartly powered by CleverPlugins.com