Hotspot Captive Portal : Bisnis sampingan pendongkrak pendapatan warnet
Bagi para pemilik atau pengelola warnet tentu sangat tahu sumber sumber pemasukan bagi usaha warnetnya. seperti jasa sewa warnet itu sendiri, jasa print, jasa ketikan, jualan snack, jualan pulsa dll.
seiring kemajuan dan beragam peluang usaha yang bisa dikembangkan, saya mencoba untuk mengembangkan satu bidang baru mungkin bagi sebagian orang adalah jenis usaha yang sudah biasa dan sudah ada lama sekali, tapi bagi saya mungkin jenis baru.
sebenarnya core bisnis warnet itu adalah menjual jasa akses internet, bagi sebagian warnet mungkin mereka melakukan penjualan akses internet dengan pc warnet, ada juga dengan pc warnet dan pc atau laptop client yang datang ke warnet. Tapi ada juga model dimana user berada di rumah masing masing dan di alirkan akses internetnya dari warnet atau kantor yang menjual akses internet, si user di wajibkan berlangganan bulanan, konsep ini biasa di sebut dengan istilah RT RW net.
Terus sekarang ini sering di jumpai di istilah baru menurut saya tapi dengan teknologi yang sudah lama ada. Orang orang menyebutnya dengan istilah Hotspot Captive Portal, karena saya juga bingung apa maksud sebenarnya maka saya ikutan juga
dengan istilah hotspot captive portal tersebut.
Usaha jenis ini sebenarnya sama dengan kita menyewakan akses internet kepada user dimana user berada di suatu tempat atau tempatnya sendiri. kalau dalam usaha RT RW net si user harus berlangganan bulanan, nah kalau di Hotspot captive portal yang saya jalankan selama ini adalah si user tidak perlu langganan, tidak perlu registrasi dan tidak perlu invest atau beli alat. Jika si user sudah ada laptop maka dia bisa dengan mudah akses jasa yang kita tawaarkan dengan mudah dan murah.
Istilah Hotspot captive portal itu sendiri kalau saya uraikan adalah didalam nya itu terdapat radio akses point untuk user akses alias terkoneksi ke sebuah server portal yang berfungsi sebagai biling atau pembatas akses si user. Dengan model seperti ini si user cukup memiliki user dan password yang memiliki masa kadaluarsa sehingga kalau masa itu habis si user dengan otomatis akan terputus dari jaringan untuk akses internet. sedangkan di sisi keamanan akses point nya sendiri kalau saya tidak menerapkan security custom, semua default saja alias semua orang dengan mudah untuk asosiasi ke radio akses point milik kita dan kita dan akses point kita pun diharapkan mudah di akses tanpa ada hambatan sedikit pun. Karena kalau banyak hambatan nanti si calon user jadi males.
Terus letak bisnis nya itu adalah kita menjual voucher kepada si user, dengan motto tanpa registrasi, tanpa langganan dan tanpa beli alat maka si user cukup beli voucher yang sudah kita persiapkan dengan masa kadaluarsa dan quota tertentu.
Dengan begitu kita dengan mudah mengetahui pemasukan kita per hari nya. misal dalam sehari ada penjualan voucher hotspot sebesar 300 rb per hari berarti itu merupakan pemasukan kita. Kalau dalam warnet maka harus ada petugas khusus untuk menjaga biling warnet, kalau gak di jaga takutnya nanti banyak user yang habis main kabur hehehe. kalau di model hotspot ini, kita cukup konsen di penjualan voucher saja, kalau voucher sudah terjual si user mau pake sekaligun atau separuh2 terserah dia.
Dari sisi peluang, saya sendiri dulu coba coba dengan membuat 3 buah akses point dan untuk konsumsi bandwidth nya saya gabungkan dengan warnet. dalam hitungan bisnis nya saya lihat pemasukan dari penjualan voucher hotspot itu dalam sebulan setara dengan invest alat untuk 1 akses point, jadi waktu itu saya pasang 1 akses point bulan berikutnya hasilnya sebesar akses point yang saya beli tadi. waktu itu saya bikin untuk 1 akses point habis modal sekitar 4 juta, biaya itu merupakan biaya all ini termasuk sewa tempat dan aksesoris pemasangan alat.
Dulu awal nya sih cuma coba coba supaya si user gak antri main kalau ada laptop, tapi sekarang justru sebaliknya, warnet yang saya miliki merupakan pelengkap bagi si user yang gak ada pc atau iseng keluar kamar. karena sekarang banyak para user warnet beralih ke hotspot.
Dengan akses melalui hotspot captive portal yang saya bikiin tadi si user akses di kamar saja dan dengan harga yang lebih murah. saya mematok jasa warnet Rp 3.000 per jam sedangkan jasa hotspot Rp 2.000 per jam. Keuntungan lainnya adalah saya tidak perlu repot maintenance banyak pc atau laptop, saya cukup menjaga agar akses point saya up dan run serta memastkan stok voucher cukup.
sekarang saya sudah memiliki belasan akses point dan rencana akan menambah hingga beberapa puluh akses point untuk mencover hingga beberapa ribu user. konsep ini menjadikan pemasukan dari hotspot captive menjadi lebih besar ketimbang pemasukan warnet.
Ternyata bisnis seperti ini banyak di minati juga, saat ini saya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa rekan untuk pengembangan usaha model ini, ada yang join sama warnet, ada yang kita bikin murni hotspot tanpa ada warnet.
sedangkan kerjasama yang saya lakukan untuk pengembangan usaha ini adalah : saya sebagai pengelola dengan si pemodal membeli alat dan biaya lainnya, hasil di bagi dua. ada yang saya membeli alat dan mengelola, dengan si pemilik tempat atau yang mengusahakan tempat hasil di bagi sesuai dengan proporsinya. Ada juga yang menyuruh saya untuk setup di warnet nya dan tanpa kerjasama.
kebetulan untuk yang kerjasama saat ini sudah ada 4 tempat pemasukan nya sudah lumayan dalam waktu 1 bulan sudah bisa balik operasional. sedangkan yang minta di setup di tempatnya kemarin kebetulan ada di Jayapura dan kabar terakhir dari si pemilik warnet sekaligus pemilik hotspot ini dalam waktu 1 minggu sudah masuk uang Rp 200 rb per hari.
sedangkan di tempat saya sendiri saat ini sedang mengembangkan 30 Akses point lagi. tapi karena milik sendiri maka pengembangannya perlahan lahan saja sambil mencari lokasi untuk penempatan akses point.
semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi pemilik atau pengelola warnet yang membaca tulisan ini. Jika ada yang berkenan di hari silakan komment di tulisan ini dan jika ada yang bikin bingun silakan di tanyakan dengan sopan
dan kalau ada yang ingin mengajak kerjasama saya sangat terbuka terutama daerah2 yang potensial tapi jangan di daerah saya hehehe entar jadi saingan hehehe.
karena untuk daerah di luar kota saya sangat tidak mungkin saya bisa mengembangkan dengan baik kalau tanpa ada kerjsama dengan pemilik atau pengelola warnet disana. atau juga yang minta bikinkan saya siap untuk membantu mulai dari pemilihan alat sampai usaha berjalan, tapi untuk yang meminta di buatkan saya mohon untuk memperhatikan bahwa saya bukan bekerja semata mata demi uang tapi untuk share ilmu dan menambah teman kemudian baru mendapatkan uang hehehe










10 Comments, Comment or Ping
iwan
pak, saya punya warnet dgn jumlah client 30. saya langganan speedy untuk aksesnya. sekarang pemasukan warnet stagnan mungkin karena banyak warnet baru. saya jadi tertarik dgn tulisan bapak mengenai hotspot captive portal, kira kira bisa dibuatkan di tempat saya pak ? dan berapa biayanya. thanks
Nov 30th, 2009
admin
untuk detail dan mekanisme bapak bisa kontak saya japri ke aku at deskapahendri dot com
terimakasih
Nov 30th, 2009
syarifuddin
pak, saya juga tertarik untuk buathotspot captive portal, kira-kira berapa biayanya pak, mohon bantuannya atau nomor kontak bapak agar saya bisa menghubungi bapak.
Jan 4th, 2010
admin
kontak saya ada di http://www.deskapahendri.com/kontak-saya/
terimaksih
Jan 12th, 2010
Dhika
tapi ini kalo dipake buat download lambat gak ?
Feb 6th, 2010
admin
kalo b/w nya besar pasti cepet, kalo di tempet saya untuk download bisa upto 512 kbps
karena karakter isp yang kupakai lebih baik untuk download file dari pada akses web
Feb 7th, 2010
anton
saya tertarik dgn bisnis ini.saya punya rencana mau buka coffee shop+jasa hotspot.bisa di jelaskan detailnya lagi pak?saya di daerah jambi.trims
Feb 27th, 2010
admin
tadi yang kirim email ke saya ya. udah saya bales
Feb 27th, 2010
Isnarti
Saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh. Saya sendiri baru berencana membuat warnet meski skala kecil (mungil banget bahkan) di daerah CItayam, Depok. Awalan hanya dengan 5 client yang insya Alloh dalam waktu dekat akan saya kembangkan menjadi 10 client. Bisakah Bapak memberikan rincian biaya dari A-Z dan asumsi pemasukannya? Terimakasih. Saya tunggu.
Mar 3rd, 2010
admin
kalau skala kecil saya bingung ngitungnya
karena untuk sekarang saya tidak merekomendasi kan barang murah untuk digunakan dalam bisnis RTRW net
walau jualan RTRW net itu murah meriah
ya itungannya itu misal modal 100 juta dapet buat 10 Akses point
dari 10 akses point tadi diperkirakan ada calon user sekitar 10 per Akses point
berarti pemasukannya adalah 5 user x 10 akses point x misalnya 2000 per jam x misalnya 20 jam sehari x 30 hari
sehingga ada pemasukan 60 juta sebulan
asumsi 20 jam sehari itu karena kemungkinan user itu ada 15 per akses point tp login nya gak berbarengan sehingga di rata2kan menjadi 5 user aja selama 20 jam karena dilapangan bisa 24 jam ada terus user nya
biaya isp misalkan 30 juta operasional misalkan 10 juta jadi bersih 20 juta sebulan
Mar 8th, 2010
Reply to “Hotspot Captive Portal : Bisnis sampingan pendongkrak pendapatan warnet”