Loadbalance router ; mikrotik OS vs built up
Kemarin pada waktu setting hotspot captive portal dan setting loadbalance di salah satu warnet di Jayapura saya terkesima dengan sebuah perangkat loadbalance router merek tp-link dengan 4 port wan. Saya terkesima karena performanya dan kemudahan yang ditawaarkannya. dengan kemampuan user yang tidak mengerti akan loadbalance maka dengan perangkat itu akan bisa menggabungkan hingga 4 line speedy dan asiknya lagi adalah performa dari mesinnya yang terlihat stabil dengan kualitas gabungan yang lumayan wah menurut saya. Dari sisi harga juga tidak begitu mahal, untuk sekarang saya cek kisaran 1.8 jt – 1,9 jt per unit nya harga jakarta.
Lalu rekan saya itupun mulai membandingkan antara routerboard rb493 dengan perangkat itu. lalu saya bilang semua produk ada kekurangan dan kelebihan masing masing.
misal untuk skala router dan fitur sepertinya routerboard dengan OS mikrotik sangatlah kaya. dan kalau disamakan mungkin sekelas dengan cisco seri 2800 dengan beragam modul dan IOS terbarunya. tapi dari sisi kemampuan prosesing routerboard kalah jauh dengan router OEM keluaran Cisco. ya dari sisi harga aja udah jauh beda. lalu kalau di bandingkan dengan loadbalance router built up sekelas tp link tadi sepertinya ada kelebihan dan kekurangan. kelebihan built up dimana mana lebih stabil tapi sudah dalam pengembangan alias terbatas. dan kalau dari sisi performa yang built up biasanya standart saja karena sudah di setting dengan resourse terbatas.
lalu kalau routerboard kalau dilihat dari sisi boardnya mungkin sama dengan built up tp karena fitur yang se abrek sehingga kadang bisa menurunkan kualitas mesin. tapi jika kita benar benar bisa memanage semua resourse dengan tepat maka performa bisa lebih baik lagi.
sebagai contoh, pada waktu saya upgrade versi rb450 ke versi 4.2 terus terang sangat sering hang dan restart sendiri rbnya lantaran prosesornya terpakai 100% dan hal ini sebenarnya pernah terjadi pada versi 3.28. ini lantaran sangat banyak aplikasi yang saya jalankan di rb ini salah satunya adalah halaman login hotspot di dalam rb ini sehingga mau tak mau si rb jadi webserver yang di akses oleh banyak orang dengan begitu resource rb akan terbebani untuk melayani akses web halaman login hotspot.
Tapi kalau di manage dengan lebih baik lagi, misal hanya menjalankan fitur2 yang perlu saja dan hanya install paket yang perlu perlu saja maka penggunakan resourse semakin berkurang dan dengan sendirinya beban dari rb menjadi berkurang.
ada banyak hal yang bisa di manage agar beban router OS mikrotik menjadi ringan. dan ini harus sesuai fungsi dari masing masing router OS mikrotik tersebut.
kalau dibandingkan dengan loadbalance router built up tadi, kita bahkan tidak bisa mengatur paket paket yang kita inginkan dan tidak di inginkan. semua sudah tertanam dan hanya bisa menjalankan.
lalu kita harus memilih yang mana ?
itu tergantung kita dan kebutuhan kita
kalau saya sendiri juga akan menjawab hal yang sama, karena walau saya sebagai seorang teknisi saya juga memikirkan sebagai seorang manager atau direktur.
kalau orang teknisi kadang berpikiran untuk oprek dan kadang tidak sadar kalau yang dikerjakan itu terbilang sia sia. atau berpikiran seperti seorang manager yang tahunya akan hemat, mudah dan jalan. tanpa perlu tahu proses didalamnya. kalau saya sendiri mikirnya untuk apa repot kalau ada yang mudah tapi untuk apa keluar biaya tinggi kalau bisa di hemat. toh kalau bisnis itu cari untung bukan ngumpulin alat canggih2 lalu di susun rapi dan di nyalakan tanpa ada utilitas didalamnya.
dan sebagai seorang teknisi dan seorang admin entah itu sys admin atau net admin, kalau ada yang mudah untuk configure kenapa harus repot2 konfigure sesuatu yang sebenarnya sudah ada. kalau pekerjaan bisa di permudah kenapa harus susah susah mikirnya.
jangan sampai orang sudah pergi makan, kita masih ngetik sintak nya hehehe










5 Comments, Comment or Ping
hajar sas
kalau yg gak ngerti yah built up.kalau tukang oprek pasti mikrotik.kalau agak ngerti yah dua dua mau tau.
thank banget artikelnya.gooooooood.
Jan 13th, 2010
hajar sas
kursus mikrotik jarak jauh boleh ngak yah .saya dimakassar mas
makasih sebelumnya.
Jan 13th, 2010
admin
di siap akan kebutuhan nya seperti mikrotik nya
nanti di pandu dari sini
Jan 14th, 2010
TaupangKia
ikut dunk gan… les mikrotik jarak jauh..mestisiapin apa nih… e iya.. pengen belajar di routerboot aja… bisa kaaan??
Jan 14th, 2010
admin
ya kalo mau bisa aja kita atur, sialakan kontak saya
Jan 15th, 2010
Reply to “Loadbalance router ; mikrotik OS vs built up”