Mendirikan rumah tinggal yang aman dari banjir
Musim hujan tiba, dan kita tersadar kalau saat ini rumah yang kita bangun beberapa tahun yang lalu sudah berapa di bawah badan jalan. kondisi seperti ini membuat rumah kita menjadi parit kedua setelah parit yang biasanya sering mampet penuh dan mampet. Saya melihat di beberapa perumahan tinggi fondasi rumah yang mereka bangun tinggi nya cuma 15 sampai 20 cm dari permukaan jalan cor beton yang mereka buat. Setelah tumah itu selesai dibangun maka tinggi rumah dengan lantai nya dari permukaan jalan paling tinggi 30 cm dan itu jarang terjadi.
Kondisi seperti ini bila musim hujan datang maka rumah paling kuat menahan air jika di permukaan jalan di genangi dibawah 30 cm, jika jalan digenangi setinggi 30 cm atau lebih maka rumah akan kemasukan air. Kondisi ini tentu akan cepat berubah, setelah beberapa tahun mungkin 2 atau 3 tahun kedepan jalan yang saat ini dibangun akan di perbaiki karena sudah bolong bolong pecah disana sini, ketika perbaikan jalan, maka jalan akan selalu lebih tinggi dari awalnya. sehingga pada awalnya lantai rumah kita lebih tinggi 30 cm dari permukaan jalan, setelah jalan diperbaikin maka rumah kita akan lebih rendah dari keadaan semua, kalau jalan dinaikan setebal 10 cm sekali perbaikan maka rumah kita akan menurun 10 cm ke permukaan jalan selama 2 atau 3 tahun. sehingga bisa dipastikan kalau usia rumah kita sampai 10 tahun lebih maka lantai rumah kita pasti berada setara atau lebih rendah dari permukaan jalan. Dengan lantai rumah yang lebih bawah atau setara badan jalan, maka jika parit didepan atau disekitar rumah kita mampet atau meluap air pasti lari kerumah kita dan terjadilah banjir local.
Biasanya kalau rumah sudah mulai dimasuki air dari jalan pemilik rumah akan membuat blokade didepan pagar rumah nya dengan menaikan jalan masuk hingga beberapa cm bahkan ada yang sampai 30 cm, gundukan semen di depan rumah setinggi 30 cm akan membuah rumah kita memiliki bukit semen didepan rumah kita. Kadang usaha ini juga tidak membuahkan hasil, walau sudah dinaikan daerah pagar depan rumah kita yang membuat rumah seperti kolam retensi jika air sampai meluap masuk maka jadilah rumah kita kolam retensi sungguh tidak enak bukan, dan paling pada akhirnya pemilik rumah menaikan lantai yang selama ini di pijak, dengan menaikan lantai otomatis tinggi rumah akan naik dan mungkin lebih tinggi lagi dari jalan, tapi kalau hal ini dilakukan membuat rumah menjadi pendek, pintu pasti harus dipotong tinggi kita menaikan lantai tadi, sehingga lama kelamaan rumah akan mirip seperti rumah kelinci, pintu nya pendek dan kaya kolam. Kalau sudah begini rumah yang awal nya cantik dan indah akan keliatan semerawut dan kumuh. walaupun diwarat dengan baik tapi nuansa udara yang kurang sehat serta aliran cahaya matahari tidak seperti awal rumah dibangun lagi.
Jadi jika mau mendirikan rumah, sebaikanya dari awal tinggikanlah fondasi dan tinggikanlah flapon rumah. Banyak kisah mengenai menurunnya rumah dari permukaan jalan ini dikota kota besar, saya pernah mendengar seorang bapak yang berkata bahwa rumahnya dulu tinggi 60 cm dari permukaan jalan sehingga rumahnya dibangun tangga kecil, tapi setelah beberapa tahun kemudian rumahnya itu sudah turun sekitar 1 meter dari permukaan jalan. bukti bukti seperti ini patut kita hargai sebagai refenrensi untuk membangun rumah yang bisa bertahan lama. sedkit menambah uang untuk meninggikan fondasi diawal rasanya pantas demi untuk kelangsungan rumah dikemudian hari.




No Comments, Comment or Ping
Reply to “Mendirikan rumah tinggal yang aman dari banjir”