Majulah entrepreneur muda Indonesia : Deskapahendri 2010

Avatar

entrepreneur, Mikrotik, Hotspot, Warnet, Peternakan, RtRw net, Properti

BBM naik, Ongkos Naik Kantong Kering

Masih ramai orang berdemo memperotes kenaikan bbm dan sudah banyak yang menjadi korban dari demo tersebut, sudah banyak waktu, tenaga terbuang untuk memperjuangkan penundaan kenaikan harga bbm, tapi tidak kunjung sampai.

Sekarang sebaiknya kita menyikapi bagaimana melakukan penghematan dalam hidup ini, menurut saya hal yang wajar jika bbm naik di indonesia karena bbm dunia yang naik, jika terjadi perbedaan harga jual yang cukup tinggi maka akan menimbulkan penyelundupan bbm dari indonesia ke luar negeri. Mungkin sebaiknya kita sama sama memikirkan dan berjuang supaya bebas dari subsidi, karena ketergantungan kita dengan subsidi disana sini memacu kita untuk lebih bermalasan. Pendidikan merupakan kelemahan kita selama ini, orang orang banyak yang masih mengandalkan tenaga dari pada pikiran dalam bekerja karena keterbatasana pengetahuan dan pendidikan. Pendidikan di indonesia sepertinya tidak mendidik bagaimana menyikapi sebuah masalah atau bagaimana menciptakan, memanage sebuah keadaan, tapi kita sepertinya di didik untuk menjadi konsumtif

Menyikapi kenaiakn bbm, bagi yang selama ini sering melakukan perjalan untuk bekerja menggunakan kendaraan umum seperti angkot, ojek dan bus kota. kalau selama ini dirasa ongkos transportasi dirasa mahal mungkin sebaiknya kita menghitung ulang pengeluaran kita untuk biaya transfortasi. misal pengeluaran bulanan untuk ke tempat kerja bisa mencapai 400 ribu ke atas perbulan, maka ada baiknya kita untuk memiliki kendaraan sendiri seperti sepeda motor. Dengan adanya biaya Rp 400 ribu perbulan hanya untuk ongkos berangkat dan pulang kerja saja, berarti angka itu bisa untuk melakukan pembelian sepeda motor secara kredit.  Rp 400 ribu yang selama ini untuk ongkos harian ke tempat kerja bisa di alihkan untuk membayar bulanan keredit sepeda motor, dengan memiliki sepeda motor sendiri berarti kita banyak menghemat pengeluaran transportasi di rumah tangga kita sendiri.

Terbayang dengan adanya sepeda motor, kita bisa berangkat dan pulang kerja, kemudian bisa untuk antar jemput anak istri ke sekolah atau ke pasar atau ketempat lainnya yang selama ini mengandalkan transportasi umum. yang jelas kalo di hitung hitung dari biaya untuk transportasi sebuah keluarga akan memiliki selisih bila memiliki sepeda motor sendiri ketimbang menggunakan transportasi umum.

Dengan adanya sepeda motor sendiri, biaya bulanan kredit ditambah biaya bensin, oli dan perawatan akan lebih murah ketimbang menggunakan transportasi umum. Ilustrasi nya adalah misal dalam sebuah keluarga ada seorang bapak dan istrinya dengan 3 orang anak yang masing2 sekolah dari SD, SMP dan SMU. Sang bapak bekerja lumayan jauh dari rumah, kalo menggunakan angkot harus mengganti 3 kali naik angkot, begitu juga dengan anak anaknya yang smp dan smu harus naik angkot 2 sampe 3 kali, kalau di hitung2 dengan harga angkot rp 3000 sekali naik, maka dalam sehari keperluan untuk bapak dan anak kerja dan sekolah perlu dana rp 48 ribu hanya untuk ongkos pulang dan pergi, belum termasuk ongkos ibu kepasar jadi secara kasar bisa dipastikan keperluan dana untuk transportasi bulanan keluarga tersebut mencapai lebih dari 1,5 juta perbulan.

sekarang kalau memiliki motor sendiri, dengan asumsi perjalanan sehari menempuh jarak total 150 Km, muter2 dalam kota berarti motor memerlukan dana untuk bensin sekitar 3 liter di bulatkan menjadi Rp 20 ribu per hari. dengan Rp 20 ribu perhari bila di atur pernajalan nya semua bisa menggunakan motor yang sama sehingga secara mudah bisa di hitung keperluan bensin Rp 600 ribu perbulan plus bayar cicilan motor 600 ribu perbulan selama 3 tahun. berarti total 1,2 juta perbulan untuk tranportasi, lebih hemat tentunya dan belum lagi setelah 3 tahun, keluarga tersebut memiliki aset sebuah motor bebek dengan usei 2 tahun yang kalo dijual bisa mencapai 6 – 8 juta.

dari ilustrasi kasar seperti ini kita tentunya bisa menyikapi bagaimana mengatur keadaan sehingga kita bisa bertahan dalam perjuangan hidup yang semakin berat dari waktu ke waktu

No Comments, Comment or Ping

Reply to “BBM naik, Ongkos Naik Kantong Kering”

Deskapahendri dot com | Make smart thinks smart people